Serba Serbi TB

dots

Tuberkulosis dan kejadiannya

 Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberkulosis). Sebagian besar kuman tersebut menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ lain seperti Kelenjar getah bening,tulang, sendi, selaput otak, kulit dan saluran pencernaan yaitu usus.

TB bukan penyakit turunan, bukan disebabkan oleh kutukan dan bukan pula karena guna-guna, hal ini penting untuk diketahui karena masih ada masyarakat kita yang menganggap TB sebagai penyakit turunan.

Situasi TB di dunia semakin memburuk, jumlah kasus TB meningkat dan banyak yang tidak berhasil disembuhkan, diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh Mycobacterium tuberkulosis. Pada tahun 1995, diperkirakan ada 9 juta pasien Tb baru dan 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia. Diperkirakan 95 % kasus TB dan 98 % kematian akibat TB didunia, terjadi pada negara-negara berkembang. Di indonesia sendiri, TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat, dimana jumlah pasien TB di indonesia merupakan  negara ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan China dengan jumlah pasien sekitar 10 % dari total jumlah pasien TB didunia.(Sumber Buku KemenKes RI: Pelayanan TB denngan Strategi DOTS Di RS tahun 2010)

Bila berobat tuntas, TB bisa sembuh tuntas, prinsipnya minum obat secara teratur (disiplin obat) dan tuntas. Dan kita harus memutuskan mata rantai TB melalui Edukasi ataupun penyuluhan secara berkesinambungan dari setiap UPK (unit pelayanan kesehatan) terutama dalam hal bagaimana cara pencegahan penularan TB dan pentingnya pemeriksaan kontak serumah karena bila pasien TB sembuh diharapkan tidak menularkan pada anggota keluarga yang lain,  baru pengobatan TB dikatakan berhasil.

Cara penularan

  1.   Sumber penularan adalah pasien TB BTA positif, yaitu pada waktu batuk atau bersin pasien tanpa menutup mulutnya maka akan menyebarkan kuman ke udara dalam bentuk percikan dahak (droplet nuclei), sekali batuk dapat menghasilkan sekitar 3000 percikan dahak.
  2.   Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada dalam waktu yang lama. Ventilasi yang baik dapat mengurangi jumlah percikan, sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman TB. Percikan dapat bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab.
  3. Daya penularan seorang pasien TB ditentukan oleh banyaknya kuman yang dikeluarkan dari parunya, maka makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan dahak, makin berisiko untuk menularkan terhadap orang lain.

Risiko penularan dan menjadi sakit TB

  1.   Risiko tertular tergantung dari tingkat pajanan dengan percikan dahak. Pasien TB baru dengan BTA positif memberikan kemungkinan risiko penularan lebih besar dari pada TB paru dengan BTA negatif
  2. Infeksi TB dibuktikan dengan perubaha reaksi tuberkulin negatif menjadi positif, pemeriksaan ini biasa disebut dengan mantoux test.
  3. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi sakit TB yaitu rumah dengan sirkulasi udara yang buruk serta pemukiman padat dan kumuh, daya tahan tubuh yang rendah diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk).
  4. HIV merupakan faktor risiko yang paling kuat bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit TB. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (cellular immunity), sehingga jika terjadi infeksi penyerta (oportunistic) seperti tuberkulosis, maka pasien yang bersangkutan akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila jumlah orang terinfeksi HIV meningkat, maka jumlah pasien TB akan meningkat, dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat pula.

Mencegah penularan TB

Penting untuk mengetahui bagaimana cara penularan TB yaitu

1. Minumlah obat secara teratur

Pada pengobatan pasien TB perlu ditunjuk PMO (pengawas menelan obat) sebaiknya berasal dari keluarga atau orang terdekat pasien atau dapat juga direkrut dari kader, petugas kesehatan, teman atau tetangga. Tugas PMO adalah mengingatkan pasien TB untuk minum obat teratur sampai tuntas (selama 6-8 bulan), hingga dinyatakan sembuh oleh dokter, selain itu PMO juga mengingatkan pasien untuk periksa ulang dahak pada waktu yang telah ditentukan, memberi penyuluhan pada anggota keluarga pasien TB yang mempunyai gejala TB untuk segera memeriksakan diri ke UPK, dan sebaiknya PMO ini menemani pasien TB pada saat kontrol.

2. Pasien TB harus menutup mulutnya pada saat batuk atau bersin dengan menggunakan tissu, slampe, bila tidak ada bisa menggunakan lengan baju ujungnya, atau menggunakan masker. Jangan menutup mulut saat batuk atau bersin dengan tangan langsung karena bisa sebagai media berpindahnya kuman.

3. Rumah tinggal harus mempunyai ventilasi udara yang baik agar sirkulasi udara berjalan lancar dan ruang/kamar mendapatkan cahaya matahari, dengan membuka jendela.

4. Tidak membuang dahak di sembarang tempat, tetapi dibuang langsung di kamar mandi yaitu lubang WC atau mempersiapkan tempat khusus dan tertutup untuk dahak.

Mempersiapkan tempat untuk membuang dahak:

  • Siapkan tempat pembuangan dahak: kaleng berisi air sabun/detergent, air bayclin, atau air lisol dicampur dengan air atau pasir.
  • Isi cairan tersebut sebanyak 1/3 dari tinggi kaleng yang telah disiapkan.
  • Buang dahak ketempat kaleng tersebut.
  • Buang isi kaleng bila berisi pasir: kubur dibawah tanah.
  • Bila berisi cairan sabun, detergent, bayclin atau lisol: buang di lubang Wc lalu siram.
  • Bersihkan kaleng dengan sabun setiap hari.
  • Kaleng diusahakan tertutup.

Gaya hidup sehat tanpa TB

Secara langsung TB dapat dihindari dengan:

1. Menjalankan kehidupan pribadi sehat seperti tidak merokok.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi seimbang dan sehat.

3. Menjalankan hidup sehat di lingkungan yang sehat seperti tinggal di rumah yang cukup mendapatkan sinar matahari dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Agar rumah mendapatkan sinar matahari dan udara yang cukup, bukalah jendela pada pagi hari secara teratur, serta menjemur kasur atau tikar secara teratur agar tidak lembab.

Secara tidak langsung TB dapat dihindari dengan:

1. Berolah raga teratur

2. Cukup istirahat

3. Tidak tidur larut malam

4. Membawa anak usia 5 tahun ke bawah untuk imunisasi BCG.

Pemeriksaan kontak serumah

  1. Mencegah kekambuhan dan reinfeksi
  2. Pada pasien TB dewasa:

◦     Mencari risiko penularan pada orang dewasa maupun anak (minimal pada orang serumah)

◦     Di periksa ke UPK adakah gejala dan tanda tertular TB

◦     Bila pasien BTA positif, ada balita serumah maka balita tersebut diberikan obat pencegahan (profilaksis) selama 6 bulan

Pada pasien TB anak:

◦     Mencari sumber penularan dari orang dewasa

◦     Di periksa ke UPK

◦     Bila ada dipastikan diagnosisnya kemudian diobati.

Situasi TB di dunia semakin memburuk, jumlah kasus TB meningkat dan banyak yang tidak berhasil disembuhkan, diperkirakan sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh Mycobacterium tuberkulosis. Pada tahun 1995, diperkirakan ada 9 juta pasien Tb baru dan 3 juta kematian akibat TB diseluruh dunia. Diperkirakan 95 % kasus TB dan 98 % kematian akibat TB didunia, terjadi pada negara-negara berkembang. Di indonesia sendiri, TB merupakan masalah utama kesehatan masyarakat, dimana jumlah pasien TB di indonesia merupakan  negara ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan China dengan jumlah pasien sekitar 10 % dari total jumlah pasien TB didunia.

Bila berobat tuntas, TB bisa sembuh tuntas, prinsipnya minum obat secara teratur (disiplin obat) dan tuntas. Dan kita harus memutuskan mata rantai TB melalui Edukasi ataupun penyuluhan secara berkesinambungan dari setiap UPK (unit pelayanan kesehatan) terutama dalam hal bagaimana cara pencegahan penularan TB dan pentingnya pemeriksaan kontak serumah karena bila pasien TB sembuh diharapkan tidak menularkan pada anggota keluarga yang lain,  baru pengobatan TB dikatakan berhasil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s