Manfaat Latihan Jasmani bagi Para Diabetisi

MANFAAT LATIHAN JASMANI BAGI DIABETISI
Sejak berpulih tahun yang lalu diketahui ada 3 cara utama penatalaksanaan penyakit Diabetes Melitus yaitu:
1.Pengaturan makanan
2.Obat-obatan
3.Latihan jasmani
Khususnya latihan jasmani , manfaatnya ditentukan oleh type penyakit DM, tipe 1 atau pada tipe 2

DM Tipe 1
Perbedaan DM tipe 1 dan tipe 2 adalah DM tipe 1 mempunyai kadar insulin darah yang rendah akibat kurang atau tidak adanya produksi insulin oleh pancreas. Pada DM tipe 1 mudah mengalami Hipoglikemia selama dan segera sesudah melakukan latihan jasmani. Meskipun latihan jasmani pada DM tipe 1 tidak begitu mempengaruhi pengaturan kadar gula darah namun beberapa keuntungan lain yang dapat ditimbulkannya seperti dapat mengurangi risiko penyakit jantung, gangguan pembuluh darah dan saraf yang ke semua itu merupakan komplikasi dari DM. Namun perlu diwaspadai pada DM tipe 1 yang disertai dengan kadar insulin yang sangat rendah, latihan jasmani akan menyebabkan control glukosa darah makin jelek.
DM Tipe 2
Latihan jasmani pada DM tipe 2 ini berperan utama dalam pengaturan kadar glukosa darah. Pada tipe ini produksi insulin umumnya tidak terganggu terutama pada awal menyandang penyakit ini. Masalah utama adalah kurangnya respon reseptor insulin terhadap insulin sehingga insulin tidak dapat masuk kedalam sel-sel tubuh kecuali otak, otot yang terkontraksi atau aktif tidak memerlukan insulin untuk memasukkan glukosa kedalam sel karena pada otot yang aktif sensitifitas reseptor insulin meningkat oleh karena itu latihan jasmani pada DM tipe 2 akan menyebabkan berkurangnya kebutuhan insulin eksogen. Keuntungan ini tidak bertahan lama menurut Zinmann, oleh karena itu dibutuhkan latihan jasmani secara berkelanjutab dan teratur selain bermanfaat dalam mengontrol kadar glukosa darah, latihan jasmani pada DM tipe 2 diharapkan dapat menurunkan BB dan ini merupakan salah satu sasaran yang ingin dicapai bahkan sebagian ahli menganggap bahwa manfaat latihan jasmani pada DM tipe 2 akan lebih jelasbila disertai dengan menurunkan BB ataunya berkurangnya lemak tubuh.
Prinsip Latihan Jasmani bagi Para Diabetisi adalah
Prinsipnya sama saja dengan prinsip latihan jasmani pada umumnya, yaitu mengikuti : F, I, D, J, yang dapat dirinci sebagai berikut:
( F ) Frekuensi 3-5 kali perminggu secara teratur
( I ) Intensitas ringan dan sedang(60%-70% Maximum Heart Rate)
Untuk menentukan intensitas latiha terlebih dahulu denyut nadi maksimum (MHR) yaitu 220-Umur lalu ditentukan denyut nadi sasaran (THR=Target Heart rate) . Sebagai contoh pada penyandang DM yang baru mulai melakukan latihan jasmani (pemula) yang berusia 40 tahun diberikan intensitas latihan sebesar 60% berarti
THR = 60% X (220-40 ) = 108
THR adalah denyut nadi yang harus dicapai pada saat seseorang melakukan olahraga (trining zone) dan durasi pencapaian ini diharapkan berlangsung selama minimal 15-20 menit agar memberikan hasil yang diinginkan. Dengan demikian bila menyandang DM ini melakukan latihan jasmani intensitasnya jangan melebihi 60% yaitu denyut nadi pada training zone = zone latihan tidak melebihi 108. Sebagai informasi denyut nadi orang dewasa berkisar 70 – 80 kali permenit. Berat ringannya intensitas latihan ditentukan oleh antara lain tingkat kebugaran, umur dan kondisi diabetisi. Sebaiknya intensitas latihan dikoreksi setiap selang waktu tertentu sesuai perkembangankebugaran dan kondisi penyandang diabetisi.
( D ) Durasi 30-60 menit setiap melakukan latihan jasmani
( J ) Jenis latihan jasmani yang dianjurkan adalah aerobic yang bertujuan untuk meningkatkan stamina seperti jalan, jongging, berenang, senam kelompok/aerobic dan bersepeda.
Pada waktu diabetisi melakukan jasnmani perlu mengikuti tahapan kegiatan yang telah baku digunakan dan dianjurkan oleh para ahli olahraga, yaitu:
1.Pemanasan (warm up)
2.Latihan inti (conditioning)
3.Pendinginan (cool-down)
4.Peregangan (stretching)
Jenis latihan jasmani harus ditentukan secara hati-hati agar tidak membahayakan bagi para Diabetisi. Patut diperhatikan pula agar latihan jasmani yang dipilih adalah latihan jasmani yang disenangi atau memungkinkan untuk dilakukan bagi para Diabetisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s