Perawatan Pasien Stroke Di Rumah

Selama perawatan di rumah, keluarga berperan penting dalam upaya meningkatkan kemampuan pasien untuk mandiri, meningkatkan rasa percaya diri pasien, meminimalkan kecacatan menjadi seringan mungkin, serta mencegah terjadinya serangan stroke berulang.
PRINSIP PERAWATAN
1.Menjaga kesehatan punggung pengasuh atau keluarga
Pada waktu mengangkat pasien, keluarga atau pengasuh harus memperhatikan posisi punggung tetap lurus untuk mencegah sakit punggung di kemudian hari
2.Mencegah terjadinya luka di kulit pasien akibat tekanan
Pasien harus di ubah posisi tidur setiap 2-3 jam baik siang ataupun malam bila pasien belum mampu bergerak sendiri. Daerah yang berisiko terjadinya luka seperti tumit, lutut bokong, siku, punggung, telinga, khususnya daerah badan yang mengalami kelemahan. Dapat juga mengoleskan pelembab atau minyak kelapa pada daerah yang tertekan.
3.Mencegah kekakuan otot dan sendi
Keluarga atau pengasuh dapat melakukan latihan gerak sendi lengan dan tungkai secara pasif dan aktif bila memungkinkan minimal 2 kali sehari
4.Mencegah terjadinya nyeri bahu ( shoulder pain )
Untuk mencegah terjadinya hal ini, hindari menarik lengan atau bahu yang lemah, pada saat mengangkat pasien jangan meletakkan tangan pada ketiak pasien tetapi letakkan keduan tangan penolong pada badan atau punggung pasien.
5.Memulai latihan dengan mengaktifkan batang tubuh atau torso
Yaitu menggerakkan sisi yang lemah dan sisi sehat secara bersamaan seperti menekuk kedua lutut dan mengagkat bokong seperti akan buang air kecil di pot, memindahkan berat badan dari kiri ke kanan atau sebaliknya baik pada saat duduk berdiri atau berjalan.

Beberapa tips cara mencegah seranagan stroke
1.Tips untuk latihan kebugaran jasmani
2.Tips berolah raga secara aman
3.Hidangan sehat dengan menu seimbang
4.Tips diet randah lemak
5.Tips diet rendah garam
6.Tips berhenti merokok
7.Hindari stes

PERTOLONGAN PERTAMA DI RUMAH
Setelah pasien stroke pulang ke rumah, pasien mempunyai risiko mengalami komplikasi atau serangan ulang yang dapat membahayakan jiwa pasien. Sebelum dibawa ke rumah sakit, keluarga dapat melakukan pertolongan pertama untuk mencegah terjadinya perburukan, yaitu:
1.Pasien kejang
a.Jangan tinggalkan pasien sendirian selama pasien kejang
b.Jauhkan barang-barang yang dapat membahayakan fisik pasien
c.Tidurkan pasien terlentang tanpa bantal, miringkan kepala ke satu sisi
d.Jangan mencoba memasukkan sesuatupun ke mulut pasien selama kejang karena dapat menyebabkan gigi patah
e.Berikan obat anti kejang per rectal sesuai anjuran dokter
f.Bila kejang berlanjut hubungi dokter dan segera bawa pasien ke rumah sakit
g.Catat waktu dan lamanya kejang, gerakan anggota badan pada saat pasien kejang, dan catat apakah pasien ngompol dan mengalami penurunan kesadaran setelah kejang
h.Bagi pasien paska stroke yang mengalami kejang berulang diskusikan dengan dokter obat anti kejang yang harus di konsumsi oleh pasien
i.Pada pasien yang mendapatkan terapi anti kejang seperti phenitoin dalam waktu lama, diskusikan pakah perlu dan kapan waktu untuk pemeriksaan kadar penitoin dalam darah

2.Pasien tiba-tiba tidak sadar
a.Baringkan pasien terlentang tanpa bantal, posisi kepala miring ke satu sisi
b.Lepaskan gigi palsu bila ada
c.Jangan memberikan makan atau minum per oral
d.Segera bawa ke rumah sakit terdekat

3.Bila tiba-tiba pasein menunjukkan tanda atau gejala stroke berulang seperti lumpuh separo badan, sulit berkomunikasi, bicara
Cadel, tersedak waktu makan maga bawa segera ke Rumah Sakit terdekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s