Persiapan pasien Stroke di rumah

Sebelum membahas mengenai Hal apa saja yang perlu dipersiapkan keluarga saat ada anggota keluarga dengan stroke pulang ke rumah, kita perlu tahu apa itu Stroke.
Stroke adalah suatu “brain Attack” atau “Serangan Otak”, kejadiannya hampir selalu tiba-tiba dengan gejala yang beragam. Gejala yang paling sering ditemukan adalah keadaan lumpuh separo badan dengan atau tanpa penurunan kesadaran.

Pasien stroke membutuhkan penanganan yang komprehensif, termasuk upaya pemulihan dan rehabilitasi dalam jangka waktu yang tidak sebentar, sehingga peran serta keluarga sangat besar dalam keberhasilan perawatan pasien stroke. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu disiapkan sebelum pasien pulang ke rumah;
1.Tenaga yang merawat di rumah
Sebelum pasien pulang, perawat atau dokter bersama keluarga sebaiknya mendiskusikan mengenai tenaga pengasuh yang akan mendampingi atau merawat pasien selama 24 jam di rumah. Idealnya, perawatn pasien di rumah harus dikoordinir oleh seorang pengelola kasus yang bertugas mengelola perawatan pasien dirumah dan menjadi fasilitator bagi tenaga kesehatan lain sesuai kebutuhan pasien seperti: dokter, terapis fisik, terapi wicara atau ahli gizi. Sehingga program yang telah dilaksanakan di rumah sakit tetap tercapai.

2.Persiapan kamar tidur
Bertujuan agar abggota keluarga yang terserang stroke merasa lebih aman, nyaman, dan lebih mudah melakukan aktifitas kehidupan sehari-hari. Untuk kamar tidur pasien paska stroke sebaiknya di lantai bawah, ventilasi udara cukup, dan sinar matahari dapat masuk ke kamar tidur pada pagi hari.

3.Tempat tidur
Tempat tidur sebaiknya single bed dan posisi tempat tidur diletakkan di tengah supaya dapat dihampiri dari kedua sisi. Bagi pasien yang mengalami pergerakan, idealnya keluarga menyediakan tempat tidur yang mempunyai engkol 3 sehingga bagian kepala kaki dan body tempat tidr dapat diatur sesuai kebutuhan pasien.

4.Meja di samping tempat tidur
Harus tersedia meja di samping tempat tidur pasien. Pada tahap awal, letakkan meja pada sisi yang sehat dari pasien karena pasien cenderung untuk jatuh ke sis yang lemah, sehingga setiap kali pasien ingin meraih barang di meja, sekaligus akan melatih melatih pasien untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.

5.Kursi dan kursi roda
Saat pasien pulang ke rumah belum mampu berjalan, dianjurkan untuk mempunyai kursi roda. Tujuanya adalah menghindari agar pasien tidak selalu berada di tempat tidur, pasien dapat melakukan sebagian aktifitas sehari harinya dengan duduk dikursi roda sehingga pasien akan merasa lebih sehat bersemangat dan sangat baik untuk kesehatan jantung dan paru.
Kursi untuk pasien paska stroke adalah kursi sebaiknya agak tinggi, sejajar dengan tempat tidur untuk membantu memindahkan pasien dari tempat tidur ke kursi atau sebaliknya, bila perlu tambahkan bantal pada kursi pasien, sebaiknya kursi memiliki sandaran lengan kiri dan kanan.

6.Kamar mandi
Letak kamar mandi mudah dijangkau oleh pasien, sediakan keset yang tidak licin didepan kamar mandi, kloset sebaiknya bberbentuk duduk dan sediakan pegangan tangan pada sisi sehat untuk mempermudah pasien bangun dari kloset, lantai kamar mandi sebaiknya di beri alas yang tidak licin, bila perlu sediakan kursi plastik di kamar mandi, alat perlengkapan mandi di tempatkan pada daerah yang mudah dijangkau dengan satu tangan oleh pasien, semua ini disiapkan untuk menjaga keamanan pasien selama di kamar mandi.

7.Pakaian pasien
Bahan pakaian pasien stroke sebaiknya yang bertekstur halus dan mampu menyerap keringat seperti kaos atau katun, model baju atau celana sebaiknya yang mudah digunakan sehungga pasien stroke dapat mengenakannya secara mandiri.

8.Alat untuk menjaga kebersihan badan
Bila pasien belum mampu mandi di kamar mandi kelurga harus menyiapkan 2 buah kom u ntuk tempat air mandi, 2-4 buah washlap serta set untuk membersihkan gigi mulut.

9.Alat untuk mempertahankan jalan nafas dan oksigenasi
Dipersiapkan bila pasien masih mengalami gangguan pernapasan yaitu tabung oksigen, regulator dan selangnya. Bila slym masih banyak keluarga harus menyiapkan alat nebulizer untuk terapi inhalasi dan alat suction pump untuk menghisap slym.

10.Persiapan alat untuk pasien yang terpasang selang NGT untuk makan dan minum

11.Persiapan alat bila pasien belum mampu mengontrol buang air kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s